Senin, 10 September 2018

Surat untuk Aisha

Assalamu’alaykum...
Kawanku Aisha,
Hari ini Aku lulus SMP. Alhamdulillah, nilai matematikaku sempurna dan Aku mendapat peringkat ke  tiga di sekolahku. Kau tahu, Aisha ? Ini semua berkat do’a orangtuaku dan juga berkat dukunganmu.
Aisha, minggu depan Aku akan berangkat ke Ibu kota. Aku akan ikut dengan bibiku bekerja di pabrik roti. Kata bibiku, pabrik roti itu besar sekali. Di sana, nantinya Aku akan bekerja sebagai petugas kebersihan. Itu karena aku baru lulus SMP dan belum punya keterampilan apa-apa. Bibiku bilang, kalau Aku rajin bekerja dan mau belajar, nantinya Aku bisa bekerja sebagai pembuat roti. Aku senang sekali membayangkan diriku mengaduk-aduk adonan roti. Kau tau kan, Aisha? Cita-citaku adalah sekolah di jurusan tata boga, agar bisa  menjadi chef handal. Meskipun Aku tak bisa melanjutkan sekolah di jurusan tata boga, dengan bekerja membuat roti setidaknya Aku jadi sekaligus belajar membuat roti.
Adikku Fathan senang sekali karena Aku akan ke kota. Katanya, nanti Dia minta Aku belikan mobil-mobilan. Tapi, adikku Fatima tak mau bicara denganku gara-gara Aku akan pergi ke Ibu Kota. Fatima bilang, nanti Aku tak kenal lagi dengannya kalau Aku sudah bekerja sebagai pembuat roti. Lucu sekali, ya? Kalau Ibuku, beliau bilang kalau Aku sudah punya uang gaji, beliau minta dibelikan kain gendongan modern. Katanya, agar beliau lebih mudah menggendong Abimanyu saat sedang menyetrika baju tetangga.
Oh ya, Aisha. Aku harap nantinya Aku bisa bertemu dengan kamu kalau Aku sudah di Ibu Kota. Mudah-mudahan Kamu bisa melanjutkan ke SMA hingga perguruan tinggi agar cita-citamu untuk menjadi jaksa dapat terwujud. Nanti kalau Aku sudah sampai di Ibu Kota Aku akan memberikan alamatku kepadamu.
Aisha kawanku, sekian dulu ya surat dariku. Kalau Aku sudah di Ibu Kota Aku aku Akan mengirimu surat lagi.
Wassalamu’alaykum.

                                                                                                Kawanmu,
                                                                                                   Nadia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...