Minggu, 09 September 2018

Anak-anak Tanpa Alas Kaki


    Minggu lalu, Aku sedang berjalan menuju kampus saat Kulihat dua anak laki-laki berjalan tanpa alas kaki di seberang jalan. Hari itu bukan hari libur, jadi Aku bingung saat melihat anak-anak tersebut tidak memakai seragam sekolah. Mereka bahkan membawa jaring kroto (telur semut rang-rang), demi mengadu nasib untuk segenggam rupiah. Aku ingin menyapa mereka berdua, namun Aku sedang terburu-buru untuk kuliah dan kedua anak tersebut juga berjalan dengan tergesa-gesa.
    Pemandangan dua anak lelaki tanpa alas kaki yang Kulihat tempo hari selalu menghantuiku. Aku bingung sekaligus sedih karena di zaman yang merdeka ini masih ada anak-anak yang tak mengenyam pendidikan di republik ini. Bayangkan saja, di kota tempatku kuliah saja masih ada anak-anak yang tak bersekolah, apalagi di pelosok-pelosok negeri sana ? Keadaan ini cukup membuatku pusing. Apa penyebabnya hingga banyak anak-anak yang masih tak sekolah ? Apakah karena anak-anak tersebut tak mau sekolah ? Ataukah karena pendidikan begitu mahalnya sehingga banyak orangtua tak sanggup membiayai sekolah anaknya ? Tapi, Aku makin pusing karena pada kenyataannya hak warga negara republik ini untuk memperoleh pendidikan sudah di jamin oleh undang-undang. Namun, apakah undang-undang sudah menjamin hak pendidikan anak-anak tanpa alas kaki tersebut dan anak-anak lain yang bernasib serupa ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...