9/11/13
sabtu
SEGELINTR CAHAYA
Mungkin suatu saat nanti
Ukiran namamu akan pudar
Lihat mataku yang tlah rabun
Yang tak bisa meraba dan membaca
Wahai angin dan cahaya
Angkatlah mataku
Tuk tidak masuk ke jurang hitam
Yang sangat gelap!!!
Ingin ku akhiri kegelapan ini
Dengan segelintrir cahaya,
Yang tlah kau berikan.
Karya: SITI NAZRA, SG.
Senin, 16 Desember 2013
Rabu, 13 November 2013
Puisi ku
Di Padang Senja
22 February 2012 at 00:25
Aku berjalan tertatih
Di antara rimbun dedaunan ilalang
terseok di antara karang tajam
mataku menerawang jauh, tapi tak ku lihat apapun
Kabur ! Sunyi ! Gelap !
Oh, Tuhan...
Menyesal, sungguh menyesal !
Andai ku turuti kata orang
"Pergilah di waktu pagi"
Ah, tapi kini nasi terlanjur menjadi bubur
sia-sia !
Sesal tiada arti
Kini, aku hanya bisa meratap
meratap di padang senja
Di antara rimbun dedaunan ilalang
terseok di antara karang tajam
mataku menerawang jauh, tapi tak ku lihat apapun
Kabur ! Sunyi ! Gelap !
Oh, Tuhan...
Menyesal, sungguh menyesal !
Andai ku turuti kata orang
"Pergilah di waktu pagi"
Ah, tapi kini nasi terlanjur menjadi bubur
sia-sia !
Sesal tiada arti
Kini, aku hanya bisa meratap
meratap di padang senja
Kamis, 07 November 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
Anak Kecil dan Ukulele itu...
Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...
-
Manusia banyak sekali yang dianugerahi harta melimpah, paras rupawan, tubuh atletis, fisik sempurna dan anugerah lainnya dari Tuhan. Namun...
-
Lagu cinta untuk-Mu Dinginnya tetesan air suci, tenangkan jiwa dan ragaku Dengannya, ku basuh diri ini Tuk sejenak ku bebaskan di...
-
Ibu, hari ini Aku ada tugas kuliah untuk dikumpulkan esok hari. Tugasnya banyak sekali, Bu. Kalau tidak Ku selesaikan hari ini, besok past...