Rabu, 13 November 2013

Puisi ku

Di Padang Senja

22 February 2012 at 00:25
Aku berjalan tertatih
Di antara rimbun dedaunan ilalang
terseok di antara karang tajam
mataku menerawang jauh, tapi tak ku lihat apapun
Kabur ! Sunyi ! Gelap !
Oh, Tuhan...
Menyesal, sungguh menyesal !
Andai ku turuti kata orang
"Pergilah di waktu pagi"
Ah, tapi kini nasi terlanjur menjadi bubur
sia-sia !
Sesal tiada arti
Kini, aku hanya bisa meratap
meratap di padang senja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...