Kawanku, Pernahkah Kau ‘diseruduk’ banteng?
Aku berharap bahwa tidak ada kawanku
yang pernah ‘diseruduk’ banteng. Tentunya ‘diseruduk’ banteng akan sangat
menyakitkan, apalagi jika banteng tersebut sedang kalap. Aku sendiri mengetahui
bahwasanya diseruduk banteng amat menyakitkan. Itu bukan berarti Aku pernah mengalami ‘nikmatnya’
diseruduk banteng. Aku tidak akan mau mengalami hal seperti itu.
Aku mengetahui bahwa orang yang ‘diseruduk’
banteng akan merasa kesakitan, karena
Aku pernah melihat tayangan di televisi tentang seorang gladiator yang
gagal menaklukkan bantengnya. Gladiator tersebut terjungkal cukup jauh
dan itu tentu saja menyakitkan. Dari ekspresi wajahnya, Aku tahu bahwa ‘diseruduk’
banteng bukanlah suatu pengalaman yang akan diidamkan siapapun.
Kawanku, Aku juga pernah melihat
tayangan mengenai tumpukan suatu barang yang ‘diseruduk’ banteng. Apa yang
terjadi pada tumpukan barang tersebut menurutmu, Kawan? Roboh atukah tetap
tegak? Tentu saja barang-barang tersebut roboh dan bahkan ada beberapa yang
hancur. Kau tentu tidak akan percaya jika Kukatakan padamu barang-barang
tersebut tetap utuh, bukan?
Akhir-akhir ini, kita pastinya sudah
tidak asing lagi dengan berita mengenai bukit-bukit yang roboh. Maksudku, tentu
saja bukan roboh seperti tumpukan barang yang ‘diseruduk’ banteng. Yang Kumaksud
adalah bukit-bukit itu sekarang sudah lenyap, -rata-. Mereka hancur, lalu
lenyap karena ‘diseruduk’ banteng-banteng bertenaga mesin. Banteng bertenaga
mesin tersebut bahkan mempunyai kekuatan untuk menghancurkan yang lebih besar
daripada banteng asli yang sedang kalap.
Kawanku, Aku dan Kau tentu saja, telah
melihat begitu banyak tempat yang dulunya ditumbuhi bukit-bukit yang menghijau
sekarang sudah berganti rupa dan warna. Ada bukit yang dulunya sangat cantik,
sekarang sudah berganti menjadi pabrik-pabrik dengan cerobong asapnya yang tinggi.
Atau, ada pula bukit yang kini ditumbuhi perumahan, tentu saja setelah
permukaannya diratakan. Dan banyak lagi bukit-bukit yang berubah sekarang, yang
tak dapat Kusebut satu per satu.
Aku tentu saja ingin mencabuti
rumah-rumah atau pabrik-pabrik atau apapun yang tertanam di ‘bekas’
bukit-bukit, lantas menggantinya dengan pepohonan. Tapi, Aku ini bisa apa?
Proyek pembuatan perumahan dan pabrik-pabrik tersebut menghasilkan banyak uang
dan menyerap banyak tenaga. Jika saja Aku punya kuasa, Aku akan mengirim
banteng-banteng bermesin untuk menghancurkan mereka. Setelah itu, Aku akan
membuat lapangan pekerjaan baru. Tapi, sekali lagi, Aku ini bukan siapa-siapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar