Sabtu, 22 September 2018

Move On


Kawanku, pernahkah kau merasa kecewa? Aku yakin Kau pernah merasakannya, karena Aku pun pernah. Sebagai manusia tentu saja terasa wajar saat kita merasa kecewa. Yang tidak wajar adalah saat kita tak bisa menerima keadaan yang mengecewakan kita, lantas membuat kita hancur dan akhirnya menjadi manusia yang pesimis.
Saat kita gagal memperoleh sesuatu yang kita inginkan, kita kerap kali mengeluh atau merasa kecewa. Terkadang bahkan kita menyalahkan orang lain atas kegagalan kita. Atau bahkan menggerutu karena Tuhan tak mengabulkan do’a dan usaha kita. Kawanku, tahukah  Kau bahwa mungkin Tuhan justru sedang memberikan kebaikan-Nya dengan membuat kita gagal? Tuhan lebih tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Kawanku, di dunia ini selalu ada dua sisi pada setiap kejadian, positif dan negatif. Saat kita merasa kecewa berlarut-larut, berarti kita melihat suatu kejadian dari sisi negatifnya. Sebaliknya, saat kita berani move on, berani bangkit meskipun sudah dikecewakan, berarti kita mengambil sisi positif dari suatu kejadian.
Move on dari rasa kecewa dapat membangkitkan kembali rasa optimis dalam diri kita, atau bahkan meningkatkannya. Ketahuilah, saat kita gagal berarti kita belum berusaha semaksimal mungkin. Oleh karena itu, tak pantas rasanya jika kita berlarut-larut dalam kekecewaan dan menganggap diri kita tak pantas gagal. Kawanku yang baik, sebenarnya cara kita melihat hasil usaha kita dapat diibaratkan seperti melihat bunga mawar. Saat kita merasa kecewa atas kegagalan yang kita peroleh, kita seperti melihat mawar sebagai bunga yang jahat karena yang dilihat adalah durinya. Sebaliknya, saat kita selalu berpikiran positif meskipun gagal, berarti yang kita lihat adalah mahkota bunga mawar yang indah, meskipun ia memang berduri.
Kawanku yang baik, maukah Kau melihat bunga mawar hanya pada mahkotanya yang indah, tanpa pedulii dengan durinya ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...