Sabtu, 17 November 2018

Jika Engkau tidak Tahu



Dulu, dan mungkin juga sekarang, beberapa dari kita pasti pernah merasa malu jika tidak mengetahui suatu hal. Orang lain, misalnya, ramai berbicara tentang bencana terkini di suatu daerah, tapi kita belum tahu berita tersebut. Atau, ada orang yang menganggap kita sebagai orang cerdas, lalu bertanya mengenai suatu permasalahan kepada kita, padahal kita tak tahu apa-apa mengenai permasalahan tersebut. Saat hal tersebut terjadi, apa yang kita lakukan? Tentu karena didorong oleh perasaan malu, kita akan mengatakan kepada orang lain bahwa kita juga sudah mengetahui berita tersebut, atau menjawab pertanyaan orang lain tanpa tahu apakah jawaban kita salah ataukah benar.
Kawanku, sebagian besar dari kita memang merasa enggan untuk mengatakan “Maaf, saya belum atau tidak tahu”. Mungkin engkau kurang setuju dengan pendapatku, namun memang begitulah kenyataannya. Sebagian dari kita merasa takut akan kehilangan kewibawaan atau terlihat bodoh jika mengatakan “tidak tahu”. Padahal, sejak kecil tentu orang tua kita sudah mengajarkan kepada kita untuk selalu mengatakan kejujuran. Jika pada kenyataannya kita “tidak tahu” namun mengatakan “tahu”, bukankah kita sudah tidak jujur?
Kawanku, jika engkau tidak tahu mengenai suatu hal, maka katakanlah bahwa engkau memang tidak tahu. Selanjutnya, bertanyalah. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa malu bertanya sesat di jalan? Jika engkau tak mau tersesat di jalan, tentu saja engkau harus mau bertanya, bukan? Lalu, jika ada yang bertanya padamu dan engkau tidak tahu jawabannya, katakan saja “Maaf, saya tidak tahu”. Tak usahlah risau engkau akan kehilangan image pandaimu itu. Yang terpenting adalah bahwa kita tidak sok tahu, karena terkadang jawaban yang sok tahu itu dapat menyesatkan orang lain dan bahkan dapat menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap kita. Engkau tentu saja tidak mau hal tersebut terjadi padamu, bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...