Turunkan Harga Bahan Pangan!! Biar Rakyat Tidak Tercekik!!
Turunkan Harga BBM!! Biar Rakyat tidak merana!!
Mungkin kalimat di atas adalah beberapa kalimat yang sering diteriakkan mahasiswa saat melakukan aksi a.k.a demo. Tidak salah memang. Dan Saya pun bukan melarang aksi-aksi seperti itu. Justru aksi-aksi seperti itu merupakan salah satu bentuk aspirasi mahasiswa untuk membantu masyarakat kecil dalam menyalurkan keluhannya ke pemerintah. Akan tetapi, demo bukanlah satu-satunya cara untuk "membantu" menyalurkan keluhan masyarakat ke pemerintah, atau sarana untuk "meringankan" beban masyarakat.
Teman-teman mahasiswa tentu paham bahwa anggaran dari APBN untuk Kemristekdikti sangatlah tinggi, yang tentunya anggaran tersebut sebagian diambil dari pajak masyarakat, yang tentu saja bukan hanya berasal dari masyarakat kelas menengah ke atas. Berdasarkan hal tersebut, sudah barang tentu kita sebagai mahasiswa yang sudah memakai dana tersebut untuk berkuliah dengan sebaik mungkin, bukan justru malas-malasan kuliah atau bahkan masih suka TA a.k.a titip absen. Jika kita masih seperti itu, bukankah kita sudah menghianati masyarakat yang sudah membayar pajak namun tidak beruntung untuk mengenyam pendidikan tinggi?
Teman-teman, memabantu meringankan beban masyarakat bukan hanya dapat dilakukan melalui aksi saja. Dengan berkuliah sebaik mungkin dan selalu jujur dalam setiap ujian saja, sudah merupakan salah satu bentuk perwujudan "membantu" masyarakat. Tak perlulah kita teriak sana teriak sini, jika kuliah saja kita masih belum benar dan belum jujur.
Hidup mahasiswa !!!
Purwokerto, 13 Desember 2018
(Mohon maaf bila banyak kalimat yang tidak dapat dipahami)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar