Jumat, 14 Desember 2018

Cinta dalam Secangkir Kopi

Ngopi, bagiku sendiri merupakan salah satu "budaya" yang sudah mengakar kuat pada sebagian masyarakat Indonesia. Kita lihat saja di kota-kota besar. Warung kopi hampir ada di setiap sudut jalan. Pun di desa-desa yang tak ada warung kopi, sebagian masyarakatnya merupakan "penggila kopi". Di acara-acara syukuran, kerja bakti, atau acara-acara lain selali ada yang namanya kopi.
Ya, kopi memang tak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia. Bukan saja kaum lelaki yang mecintai kopi, tetapi sebagian kaum hawa juga merupakan pecinta kopi yang setia. Tak heran, jika sekarang geliat usaha warung kopi makin tinggi.
Kopi-kopi yang dihidangkan dalam cangkir, bagiku adalah ekspresi cinta. Mengapa ? karena, secangkir kopi yang nikmat hanya mampu tercipta dari tangan-tangan orang yang membuatnya dengan penuh cinta. Secangkir kopi yang nikmat hanya mampu tercipta dari biji-biji kopi yang dipanen oleh tangan-tangan petani yang penuh cinta dalam membudidayakan tanaman kopinya.
Secangkir kopi takkan terasa nikmat jika peminumnya bukanlah pecinta kopi. Bagi orang yang tak suka kopi, yang mereka rasakan saat menyecap kopi hanyalah "pahitnya" saja. Tapi bagi seorang pecinta kopi, kopi bukan sekadar minuman yang memiliki rasa pahit, lebih dari itu, kopi berarti "cinta" dan "bahagia"


Purwokerto, 14 Desember 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...