Rabu, 31 Oktober 2018

Tidaklah Baik Menjadi Pembenci

Kawan, Engkau mungkin pernah membenci orang lain, entah karena Dia lebih pintar darimu atau karena Dia berhasil merebut hati "seseorang". Tak usahlah Kau membantah, karena Aku pun pernah menjadi seorang pembenci. Aku pernah membenci kawanku tanpa sebab yang jelas, Aku bahkan pernah membenci orang yang tidak Ku kenal. Aneh, bukan?
Menjadi seorang pembenci tidaklah baik, karena hanya akan mengotori hati kita. Mungkin kawan yang pernah menjadi pembenci merasakan betapa tidak enaknya hati kita saat kita membenci orang lain. Bahkan saat dulu Aku membenci kawanku, yang Ku rasakan hanyalah rasa muak, marah sekaligus sedih. 
Kita terkadang membenci seseorang hanya karena orang tersebut melakukan sedikit kesalahan. Padahal, mungkin orang yang kita benci sebenarnya adalah orang yang kerap kali menolong kita saat kita sedang kesulitan. Tapi, kebaikan-kebaikan orang tersebut seakan sirna di mata kita hanya karena sedikit kesalahan saja. Bukankah hal tersebut sangat buruk? Betapa kita menjadi orang jahat saat kita menjadi pembenci. Ibarat tumpukan pasir di atas batu yang hilang sekejap karena tersiram hujan, begitulah pandangan seorang pembenci pada kebaikan orang lain.
Kawan, janganlah kita menjadi seorang pembenci. Cobalah lihat kebaikan-kebaikan orang lain saat kita melihat sedikit keburukannya. Jangan sampai kita menjadi orang yang jahat tanpa pernah sadar bahwa kita telah melakukan kejahatan,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...