Minggu, 07 Oktober 2018

Rapat Terus, Kapan Belajarnya?


Bagi pelajar atau mahasiswa yang memiliki “hobi” berorganisasi atau mengikuti berbagai kepanitiaan pasti sudah tak asing lagi dengan “sesuatu” bernama rapat. Pagi rapat, sore rapat, malam pun rapat. Bahkan ada yang rapat dari sore hingga fajar menyingsing. Luar biasa, bukan?
Aku sebenarnya merasa bingung karena beberapa rapat organisasi atau kepanitiaan bisa berlangsung sangat lama. Padahal yang dibahas toh hanya seputar program kerja organisasi atau acara yang akan diselenggarakan panitia. Jika yang dibahas adalah masalah negara atau masalah ummat, tak apa lah kalau rapat harus berlangsung sangat lama.
Aku terkadang merasa muak jika ada rapat yang berlangsung dari sore hingga pagi. Itu bukan berarti Aku orang yang anti organisasi atau anti kepanitiaan. Tapi, Aku sungguh tak suka jika harus mengikuti rapat yang pembahasannya terlalu berlarut-larut. Terkadang hanya membahas satu kalimat dalam suatu draft program kerja atau petunjuk pelaksanaan suatu acara saja bisa berlangsung hingga 40 menit ! Bayangkan, empat puluh lima menit! Padahal, apa artinya sebuah kalimat? Toh yang terpenting adalah konsep program kerja dan acaranya memiliki kualitas bagus.
Sebagai pelajar atau mahasiswa tentu saja rapat yang terlalu berlarut-larut sangat mengganggu kegiatan akademik. Adalah salah jika ada yang berkata bahwa “rapat dilakukan sore hari, sedangkan kegiatan akademik pada pagi hari”. Harus Ku katakan padamu, bahwa kegiatan akademik dalam artian yang sesungguhnya (kegiatan belajar mengajar) memang berlangsung di pagi hari. Namun, jika ada tugas atau laporan apakah kita harus mengerjakan di pagi hari juga?
Terkadang Aku juga tak suka pada orang yang berkata bahwa rapat itu sangat penting. Seberapa penting kah rapat jika yang dibahas adalah masalah yang kurang penting, bahkan terkadang peserta rapat saling berdebat mengenai hal yang kurang penting pula? Rapat di organisasi atau kepanitiaan terkadang juga isinya adalah peserta rapat yang mencari kesalahan peserta lain, namun tak mau memberikan solusi. Seharusnya, peserta rapat membahas solusi dari suatu masalh, bukan mencari-cari kesalahan yang belum tentu ada.
Rapat memang terkadang penting, namun akademik juga penting. Jika ada yang bilang jangan terlalu “Academic oriented”, teriakkan saja padanya: “bukankah orang tua kita membayar sekolah/kuliah kita agar kita belajar dengan baik?”. Yaa, orang tua kita mempercayakan uangnya digunakan oleh anak-anaknya agar mereka belajar dengan baik, bukan untuk mengikuti rapat-rapat yang berlarut-larut.. Bukan, bukan karena Aku tak suka rapat, namun Aku tak suka rapat yang berlarut-larut. Kapan Aku bisa belajar, mengerjakan tugas, atau mengerjakan laporan jika setiap hari harus Ku ikuti rapat dari sore hingga pagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...