Kawan, Aku suka sekali melihat layang-layang. Saat
Aku menatap langit, lalu melihatnya menari-nari, hatiku begitu gembira. Mereka
seakan mengajakku berlari, lalu terbang hingga ke ujung dunia. Lalu, saat
Kulihat tubuhnya yang berwarna-warni, Kurasakan bahwa dunia begitu Indahnya.
Sungguh Maha Besar Tuhan yang telah mencipta banyak warna dan menganugerahkan
mata pada manusia, sehingga manusia dapat melihat mereka.
Meskipun Aku menyukai layang-layang, tapi Aku tak
suka caranya terbang. Bagi kawan yang suka menerbangkan layang-layang, tentu
tahu bahwa layang-layang takkan mau terbang kalau tak ada angin. Terus terang,
Aku juga tak suka caranya menari. Yaah, meskipun harus Ku akui bahwa Aku bahagia
saat melihatnya menari. Tapi, mereka akan menari ke kanan atau ke kiri
mengikuti arah angin. Itu harus Ku maklumi, tentu saja, karena mereka pun
terbang karena angin. Tetapi...
Kawan, di dunia ini bukan hanya layang-layang saja
yang tak memiliki “pendirian” dalam hal arah terbang. Manusia, sebagaimana
layang-layang banyak yang tak memiliki pendirian. Banyak di antara kita yang
hanya mengikuti arus, mengikuti “kebanyakan orang”, tak punya pendirian sama
sekali. Jika sebagian besar orang berjalan ke arah barat, maka orang yang tak
berpendirian tentu akan mengikutinya.
Sifat yang tak punya pendirian tentu saja tidak
baik. Kita sebagai manusia harus memiliki pendirian, memiliki prinsip yang kuat
agar tak mudah diombang-ambingkan. Kita tak boleh terlalu mengikuti orang lain,
karena belum tentu orang yang kita ikuti adalah orang baik. Jika kita mempunyai
pendirian yang kokoh, kita takkan mudah dipengaruhi orang lain, juga takkan
mudah ditipu orang.
Kawan, tak perlu lah Aku berpanjang lebar mengenai
hal ini. Kawanku yang baik tentu saja sudah paham mengapa sebagai manusia kita
perlu memiliki prinsip dan pendirian yang kokoh. Kau tak mau kan, kalo suatu
hari harus mengikuti tren “nyemplung” ke sumur ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar