Minggu, 07 Oktober 2018

Layang-layang


Kawan, Aku suka sekali melihat layang-layang. Saat Aku menatap langit, lalu melihatnya menari-nari, hatiku begitu gembira. Mereka seakan mengajakku berlari, lalu terbang hingga ke ujung dunia. Lalu, saat Kulihat tubuhnya yang berwarna-warni, Kurasakan bahwa dunia begitu Indahnya. Sungguh Maha Besar Tuhan yang telah mencipta banyak warna dan menganugerahkan mata pada manusia, sehingga manusia dapat melihat mereka.
Meskipun Aku menyukai layang-layang, tapi Aku tak suka caranya terbang. Bagi kawan yang suka menerbangkan layang-layang, tentu tahu bahwa layang-layang takkan mau terbang kalau tak ada angin. Terus terang, Aku juga tak suka caranya menari. Yaah, meskipun harus Ku akui bahwa Aku bahagia saat melihatnya menari. Tapi, mereka akan menari ke kanan atau ke kiri mengikuti arah angin. Itu harus Ku maklumi, tentu saja, karena mereka pun terbang karena angin. Tetapi...
Kawan, di dunia ini bukan hanya layang-layang saja yang tak memiliki “pendirian” dalam hal arah terbang. Manusia, sebagaimana layang-layang banyak yang tak memiliki pendirian. Banyak di antara kita yang hanya mengikuti arus, mengikuti “kebanyakan orang”, tak punya pendirian sama sekali. Jika sebagian besar orang berjalan ke arah barat, maka orang yang tak berpendirian tentu akan mengikutinya.
Sifat yang tak punya pendirian tentu saja tidak baik. Kita sebagai manusia harus memiliki pendirian, memiliki prinsip yang kuat agar tak mudah diombang-ambingkan. Kita tak boleh terlalu mengikuti orang lain, karena belum tentu orang yang kita ikuti adalah orang baik. Jika kita mempunyai pendirian yang kokoh, kita takkan mudah dipengaruhi orang lain, juga takkan mudah ditipu orang.
Kawan, tak perlu lah Aku berpanjang lebar mengenai hal ini. Kawanku yang baik tentu saja sudah paham mengapa sebagai manusia kita perlu memiliki prinsip dan pendirian yang kokoh. Kau tak mau kan, kalo suatu hari harus mengikuti tren “nyemplung” ke sumur ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil dan Ukulele itu...

Selepas Isya, gerimis kecil sisa hujan lebat sore itu masih mengguyur daerah tempat pemondokanku berada. Kala itu, Aku baru saja pulang d...